Workshop on Mechanism Action of Herbal Medicine Berhasil Diselenggarakan oleh IMERI FKUI

Workshop on Mechanism Action of Herbal Medicine Berhasil Diselenggarakan oleh IMERI FKUI (1)

Jakarta, 03 Juli 2024 – Workshop dengan tema “Workshop on Mechanism Action of Herbal Medicine by Insilico and its Validation Using PCR and Elisa Assay” sukses digelar secara hybrid dari tanggal 15 hingga 24 April 2024. Acara ini menggabungkan format offline dan online, dimulai dengan Massive Online Open Course (MOOCS) melalui Online Course IMERI (OCI) pada tanggal 15-22 April 2024.

Workshop on Mechanism Action of Herbal Medicine Berhasil Diselenggarakan oleh IMERI FKUI (2) (1)

Acara ini diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai latar belakang akademik, dengan jumlah peserta MOOCS sebanyak 23 orang. Para narasumber seperti Wilzar Fachri, M.Si., Apt., Dr.dr. Adisti Dwijayanti, M.Biomed, dan Prof. Dr. dr. Siti Farida., M.Kes membahas berbagai aspek penting dalam penemuan dan pengembangan obat herbal.

Puncak acara dilakukan melalui webinar pada tanggal 23 April 2024, dihadiri oleh 34 peserta yang terdiri dari peserta paket acara webinar dan workshop, serta para anggota klaster dan pengisi acara. Webinar ini menampilkan diskusi tentang aplikasi PCR dan ELISA dalam penemuan kandidat obat herbal untuk bidang metabolik dan penuaan. Dr.dr. Adisti Dwijayanti memandu seminar ini dengan dihadiri oleh pembicara utama seperti Dr. Desak Gede Budi Krisnamurti, S.Farm, Apt, M.Biomed dan Dr. Farid Kurniawan, SpPD. PhD.

Workshop on Mechanism Action of Herbal Medicine Berhasil Diselenggarakan oleh IMERI FKUI (3) (1)

Hari terakhir, yaitu 24 April 2024, diisi dengan sesi praktik di Laboratorium MVA IMERI FKUI yang diikuti oleh 17 peserta. Sesi praktik ini melibatkan demonstrasi langsung dalam penggunaan PCR dan ELISA untuk penemuan kandidat obat herbal, dipandu oleh Inna Rahmawati, S.Si dan apt. Rizky Clarinta Putri, S.Farm.

Acara ini berlangsung dengan lancar dan memberikan pemahaman mendalam tentang mekanisme aksi obat herbal modern. Workshop ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang obat herbal.

Sumber: MVA IMERI FKUI