Prof. Rhenald Kasali Beri Kuliah Umum di HUT Ke-7 IMERI FKUI tentang Masa Depan Pendidikan dan Riset Kedokteran

Prof. Rhenald Kasali Beri Kuliah Umum di HUT Ke-7 IMERI FKUI tentang Masa Depan Pendidikan dan Riset Kedokteran

Jakarta, 11 Juli 2024 – Indonesia Medical Education and Research Institute (IMERI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) merayakan Hari Ulang Tahun yang ke-7 dengan menggelar serangkaian kegiatan pada tanggal 2-4 Juli 2024. Mengusung tema “Envisioning Tomorrow’s World through Knowledge, Technology, and Human Empowerment”, perayaan HUT kali ini tidak hanya sebagai momen refleksi pencapaian selama tujuh tahun terakhir, tetapi juga sebagai wadah edukasi bagi masyarakat luas melalui kegiatan seminar dan workshop yang diselenggarakan di Gedung IMERI FKUI, Jl. Salemba Raya No. 6, Jakarta.

Puncak kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 3 Juli 2024, menghadirkan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Prof. Rhenald Kasali, Ph.D., sebagai pembicara kunci. Kuliah utama bertema “The Future of Education and Research in Medicine” ini dimoderatori oleh Wakil Direktur IMERI FKUI, Prof. dr. Diantha Soemantri, M.Med.Ed, Ph.D. Guru besar FEB UI, Prof. Rhenald berbicara mengenai perubahan pola tatanan kehidupan dunia yang otoritasnya sudah bergeser bukan lagi 100% di manusia, tapi menggunakan algoritma.

“Perkembangan zaman dan masa pandemi lalu banyak mengubah pola generasi kita. Sekarang adalah zaman di mana algoritma lebih mengenal kita. Sehingga dampaknya kita dapat melihat beberapa pola perilaku generasi muda saat ini, misalnya on demand, suka mencari yang instan, no permanent ownership, self-diagnose, switching culture, artificial living, fear of missing out (FOMO), dan quite quitting,” ungkap Prof. Rhenald.

Lebih lanjut, Prof. Rhenald menerangkan bahwa aktivitas seperti memeriksa kesehatan, memilih rumah sakit, dokter, berbelanja makanan, menentukan kampus dan pilihan jurusan anak, hingga membaca berita saat ini sudah dapat ditentukan oleh sistem algoritmik. “Skema algoritmik menggunakan pembelajaran mesin yang menirukan cara otak kita bekerja, sehingga algoritma menjadi lebih kompleks dapat berpikir, mengolah data, membaca konteks, sorting, membaca situasi, hingga memberikan rekomendasi bahkan sebelum manusia memikirkannya,” terang Prof. Rhenald.

Menurutnya, sistem dan pola inilah yang harus diadaptasikan pada dunia pendidikan dan riset kedokteran. Saat ini sudah banyak riset atau produk yang memanfaatkan skema algoritmik dalam dunia kedokteran, contohnya sistem telemedicine. Pengumpulan dan pengendalian data yang maksimal menjadi kunci dalam pengembangan sistem ini.

Direktur IMERI FKUI, Prof. dr. Badriul Hegar, Ph.D., Sp.A(K), dalam sambutannya mengatakan, “Tujuh tahun berkiprah, alhamdulillah, IMERI terus disibukkan dengan penelitian konvergensinya. Selama tahun terakhir, kami telah mempublikasikan lebih dari 200 hasil penelitian, memperoleh 57 hak cipta, 3 paten, dan menghasilkan 26 prototipe. Lebih dari 110 penelitian masih berlangsung dengan total hibah sekitar 50 miliar Rupiah.”

Lebih lanjut, Prof. Badriul Hegar menyampaikan bahwa sebanyak 58% penelitian IMERI FKUI berada dalam lingkup misi “bring the innovation from the laboratory benches to the clinic and marketplaces or vice versa”, 49% di bidang teknologi baru, 28% di diagnosis, 15% di perawatan, dan 32% di pencegahan.

“Beberapa klaster kami melibatkan delapan diaspora dalam aktivitas penelitiannya. Kami juga melibatkan mahasiswa dalam aktivitas penelitian yang terdiri dari tingkat Sarjana, Magister, dan Doktor. Kita harus bangga memiliki IMERI FKUI yang terus berkontribusi mewujudkan kualitas pelayanan kesehatan melalui terobosan inovasi,” ucap Prof. Badriul Hegar.

Sementara itu, Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, turut menyampaikan pesan, “IMERI dibangun oleh mimpi, untuk menjadikan FKUI, terutama Indonesia mampu tetap bersaing secara global dan juga menjadi pusat riset dengan level dunia. Hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi kita semua, terutama bagi keluarga besar IMERI. Dengan fasilitas yang modern, sumber daya manusia yang berkualitas, serta jejaring kerja sama yang luas, IMERI telah berhasil menghasilkan berbagai penelitian dan inovasi yang memberikan dampak positif sampai level internasional. Kita dapat ambil beberapa contoh, seperti Virna Glaucoma Implant, kerjasama riset FKUI dengan OUCRU, dan berbagai kerjasama riset internasional lainnya,” tutur Dekan FKUI.

Rangkaian kegiatan HUT ke-7 IMERI FKUI dimulai sejak tanggal 2 Juli 2024 dengan kegiatan Workshop One Day As a Medical Student yang diikuti oleh siswa SMA dan sederajat. Rangkaian kegiatan lainnya juga meliputi beberapa workshop dari setiap klaster IMERI dengan tajuk “One Day As a Medical Researcher” yang dibuka untuk pelajar SMA, mahasiswa, dan peneliti sebagai partisipan. Kemudian juga terdapat kegiatan Seminar Awam Parenting dan Seminar Awam Medis yang terbuka untuk umum dengan narasumber yang merupakan pakar di bidangnya.

Sumber: fk.ui.ac.id